Seorang ibu yang belajar dan berproses untuk merawat dan menumbuhkan fitrah keluarga

Rabu, 31 Agustus 2016

Class Pot

"Class pot" adalah salah satu istilah yang pernah muncul dalam pelatihan ESD (Educational for Sustainable Development). Istilah tersebut di sematkan pada sebuah program sekolah yang membimbing siswanya untuk memelihara satu tanaman di dalam kelas. Setiap siswa berkewajiban merawat tanaman tersebut. Tanaman tersebut tidak hanya sebagai pajangan saja, akan tetapi juga digunakan sebagai media belajar. Dimulai dari proses memilih tanaman, mempersiapkan media untuk menanam dan yang paling menarik bagi anak-anak adalah proses menanamnya. Konon ceritanya, anak-anak sangat antusias mengikuti setiap detail prosesnya. Dalam melaksanakan proses tersebut, anak-anak diminta untuk mendokumentasikan. Dokumentasi tersebut ada yang berupa gambar, tulisan, tabel atau sekedar catatan kecil di samping tanaman masing-masing. Dan kalau semua dirangkum, proses tersebut sudah memuat materi beberapa pelajaran lho. Asik kan belajar nya. Bahkan, anak-anak merasa tidak sedang belajar,mereka sedang menanam dan merawat satu tanamannya di dalam kelas.

Tidak berhenti di situ, proses perawatan yang dilakukan setiap hari pun menjadi keceriaan tersendiri bagi mereka. Antri dalam mengambil air, menakar air yang diberikan, waktu pemberian air, membersihkan daun yang kering dan aktivitas lain. Yuhuy, bu guru tinggal mengingatkan saja ketika ada yang kurang pas. Penanaman karakter pun ada di sini. Budaya antri, menghargai, sabar, telaten, tekun dan masih banyak lagi.

Belajar tak hanya berhenti pada lembar-lembar buku yang penuh tulisan kam. Belajar bisa dari mana saja. Dari ciptaan-Nya pun kita bisa belajar banyak hal. Dan yang jelas, lebih enak mengajarkan anak akan kesyukuran atas nikmat-Nya.

Mana "class pot" mu teman?????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar